KINASIH

Dear...I miss you very much
Damai kami sepanjang malam
dan segala waktu, engkau ada lalu menghilang
Damai kami sepanjang malam
dan segala waktu, hanya lagu yg tertinggal mesra mengalun
Damai kami sepanjang malam
dan segala waktu, hadirmu memberi harapan,
menjasad indah tanpa kata yg mesti diucapkan



Engkau tetap ada disini seperti ratusan malam lalu
dan jutaan hari yang akan datang,
tak lagi perlu perkenan mewujud janji yang terentang
Meski sepimu membunuh jiwaku,
dan air mata penyaksi mengenyahkan ketidakberdayaanku
namun air mata itu telah pula menegarkanku

Tak perlu lagi doaku di dengar, tak harap lagi pinta tercipta,
jika hidup hanya butuh keikhlasan
Tuhan pun akan memantaskan kemanusiawianku
Selamat jalan ketidak relaan,
sambutlah keikhlasan, sekarang atau tidak selamanya
karena kelak kau akan tahu kebenarannya
Aku hanya ingin menjadi matahari, aku hanya ingin menjadi lilin
Hanya doa sederhana, tak ada yang istimewa
Selamat Tahun baru 2011 Kinasihku

Kinasih, tetap akan aku sebut namamu,
meski tak ada lagi sapa, meski kalimat tersusun terbata-bata
Kinasih, hanya kata yang mungkin tak ada artinya bagimu,
namun jangan dendam kehidupan yang tersemat
dimaklumkan kepada yang tak tahu apa-apa

Kinasih, sebuah penyadaran tentang hak menerima rasa kasih,
melewati batas ambang kesadaran tanpa merasa disepelekan
Kinasih, dia teramat memuja kesederhanaan,
namun mampu menuntun jiwa tanpa harus merasa kehilangan meski sesaat waktu
Kinasih, seperti sebuah pena
dia sanggup merangkai jutaan kata,
namun hanya satu akhir tujuanya, menjadi semesta bagi kehidupan

Kinasih, engkau tak akan pernah pergi,
ini bukan tentang air mata atau kesedihan
namun ini tentang apa yang telah tertanam, dalam benak dan ucapan
Kinasih, dia berani menghadapi keadaan,
segores kata akan dia simpan selamanya
Kinasih, ikatan tetap menjadi simpul dalam keindahan tanpa simbol

Kinasih, jika suatu saat aku mendahului kehidupanmu
Sudilah kiranya engkau menjenguk pusaraku
Bawakan aku setangkai mawar berkuntum indah putihnya melati
Kinasih, aku berharap tak akan kau teteskan air matamu di pusaraku
Cukuplah engkau kecup mesra batu nisanku
Cukuplah engkau berdoa semoga Tuhan
memperkenankan kita bertemu kelak di surga

Do Not Miss It Posting Like This. Please Subscribe:



Related Articles: