PARADOKS


Seperti aku dan jiwaku
Menabuh genderang sunyi
Sia-sia memaknainya
Dilempar angin dihempas curah hujan
Kering kerontang di bumi yang menawan
Premis mengakui kebenaran
tapi menjadikannya kontradiksi

Nurani berkata mesra
seraya mendorongnya ke dasar jurang
Termaktub runut dalam fikiran
Teraniaya dalam perbuatan

Lagak melenggang bak peraga hidup
Bicara soal kepedulian sambil menikam tubuh
Doa kebaikan pun terpanjat
Meratap penuh air mata
Sembari menghunus pedang tajam
Melesakkan anak panah

Ini tentang cinta
Tertawa bersama memberi pengharapan
Ini tentang rindu
Berpesan mengutip ayat
Tapi ini juga tentang benci
Ini loh aku, itulah hidupku
Tapi berdirilah di pihak yang sama
Jika empati ada
Tak semestinya sayatan ini menghampiri

Do Not Miss It Posting Like This. Please Subscribe:



Related Articles: