DOA ANAK BANGSA


Rasa syukur kita kadang tak lebih dari sekedar kalimat yang tertata indah
atau kata yang terangkum mesra tanpa ada manifestasinya
Kadang kita tertawa di atas derita saudara kita
yang masih terhimpit nestapa baik jiwa maupun raganya
Suka kita rengkuh sembari bertaruh,
duka kita tonjok ke muka mereka yg tiada berdosa

Akankah kita punya kesanggupan buat mereka,
buat anak-anak bangsa yang saat ini sedang di tusuk-tusuk dingin rasa,
di belai angin berselimut gombal lusuh pemberian seorang kaya
di musim yang entah sudah berapa lama??
Sebuah ironi di negeri yang katanya luar biasa gemah ripah loh jinawi

Kita tiada pernah sangsi Tuhan ada
tapi kenyataan Tuhan telah mati di hati kita
Namun tak ada kebaikan yang terlambat,
tak ada kebagusan yang pantas begitu saja lenyap

Buatlah mereka tersenyum,
buatlah mereka tertawa dengan cara dan apa yang kita punya
Maka Tuhan_pun seolah berkata,
"Kalian telah membuatKu senang dan tersenyum,
kelak nisanmu adalah kebanggaan mereka
dan kafanmu adalah doa dari seluruh alam semesta."



My  Room, 06-01-2010 at 02.48pm
Wrote and inspired from my comment on  Maya Novarini's Notes

Do Not Miss It Posting Like This. Please Subscribe:



Related Articles: