MENITI JALAN CINTA


Tak mampuku mengubur luapan keinginanku
Ketikaku semakin menyadari arti keberadaanmu
Namun haruskah aku enyahkan gambaranmu di taman hatiku
Ketikaku coba sejenak melewatkan pesonamu
Yang ada, dirimu semakin kukuh bertahta
Menyusup di segala relung kalbu
Mengendap di dasar jiwa yang entah di mana persinggahannya

Aku tidak pernah tahu, setidaknya belum tahu
Ketikaku terpanggil dan terpilih oleh perasaan bernama cinta
Yang ada, diri ini merasa bersalah
Kenapa aku ingin melabuhkan rasa ini hanya kepadamu
Juga kenapa aku terhanyut di rahasia agungNya,
pada mahluk manis bernama cinta

Ketikaku harus melangkah di titian jalan cinta,
tak mampuku menapakinya, tersesat di kegelapan hati
Tak mampuku menyenandungkan kesyahduannya,
terkurung di lingkaran rasa kian menjengah,
beserta segala keprasangkaannya
Yang ada, inilah rasa bersalahku

Dan sehingga Tuhan mengetuk pintu hati buta manusia
semoga kita telah ikhlas dan jujur
mau memberi dan menerima seutuhnya cinta
Semoga kita telah bermenung sepi untuk mensyukuri
nikmat kebenaran cinta
Di seluruh musim dan diseluruh penjuru nurani
Yang ada, Tuhan berkenan memaafkan rasa bersalahku
sebab kesemogaanku, akankah?

Harap haru pintaku !
Biarkan ruh Dewi Cinta merasuki paras ayu diri
di adamu, di kefanaan hidup dan kesejatiannya
Mencerahi setiap altar kehidupan yang merindui
kebijakan, kebenaran serta kebebasan cinta
Sampai kita pulang istirah
Di belaian kasih semesta !


Jakarta Sunday Morning, August 06, 2000 / 01.25 am
Missed me, Are You?

Do Not Miss It Posting Like This. Please Subscribe:



Related Articles: