ZIARAH MALAM


Dan seperti malam-malam sebelumnya
Aku masih terjaga
Di malam yang memberiku keheningan,
di dingin dini hari yang menyisakan ketenangan
Aku telan bingkai waktu yang berdetak pelan
Aku hadirkan bayangan wajah
Yang selalu sempurna datangnya
hangat menyapa,"Masih terjagakah kau, wahai pemesonaku".
Bersama senyum yang membuatku terpana
lalu tergerak menggapai harapan atau impian cinta

Dengan menganyam serat-serat kasih sayang
Menguntai ranting keanggunan jiwa
Aku masih terjaga
Karnaku tiada pernah mengenyam
nikmat kasih sebenar-benarnya

Aku masih terjaga
Perlahan, aku percikkan air suci di segala sanubari
dan sepenuh rasa ku bersenandung
Melantunkan tembang pujian
memesraiNya, mengagungkan asmaNya
demi membuatNya tersenyum menentramkan jiwa

Meresapi duka, mengadu nestapa
Mengurung dosa, melantakkan noda
Ku bersimpuh di hadapMu, tunjukkan jalanMu
Ku mengadu di dadaMu, bijakkan hati dengan rahmatMu
Karnaku yang telah terperangkap di raut muka
sang kekasih ma (ha) ya (lusinasi)
Karnaku yang telah terpedaya di jari lentik cinta
Namun tiada pernah dapatku mengamit erat kelembutannya

Segala rasa aku ada,
cinta, kasih sayang, rindu dan harapan-harapan aku ada,
bahkan impian, fantasi dan ilusi
Yang tak ada padaku cuma kata-kata, karna kata-kataku
adalah isak tangis dan genangan air mata yang
setia membasahi pekat malam dan menjilatinya
dengan tangan yang bersungkawa

Sehingga pagi menjelang atau alam jenuh bernafas
Akankah kebisuan ini akan terus melilitkan tali-tali
kejengahan dengan mengunci hati dan mulutku
Karna tiada satu kebanggaanpun yang bisa aku
wantahkan di keegoan untuk melepasnya,
Hanya kesederhanaan jiwa dan satu tempuhan
rasa syukur kepada dzat paling sejati cinta
kasihNya yang bisa aku persembahkan atas segala
nikmat dan anugerahNya yang begitu menegunkan,
meski misteri hidup enggan membuka tabirnya padaku
sang penghuni  jiwa nestapa,
juga atas segala yang membuatku masih bisa
menorehkan tinta tentang keindahanmu
yang mendera keluhku di malam kian menghening ini

Sejenak aku henapkan diri, mensenyapkan hati
"Ya Allah...maafkan hambaMu
sekiranya hanya sedikit kekhusukannya mengikuti jalan
di mayapadaMu yang maha luas karuniaNya
dan mengingkari atau lengahku jauh dari petunjukMu
padahal itu benar adanya"

"Ya Allah...ampunilah aku sekiranya tiada dapat
aku temukan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan
rasa syukurku dan tiada aku peroleh kalimat-kalimat yang
membuatmu berkenan mendengar segala keluh-kesah
dengan mengabulkan doa-doaku"



Jakarta, Monday 30 Oct Blue 2000 ad / 01.45 am

Do Not Miss It Posting Like This. Please Subscribe:



Related Articles: